Arsip untuk Mei, 2012

Guru, kini bukan lagi pahlawan tanpa tanda jasa, karena gaji dan sertifikasi yang mahal membuat iri banyak pegawai lain. Kini halaman sekolah penuh mobil, dibawa oleh guru-guru bersertifikat. Rumah guru tidak ada lagi yang berdinding ‘gedhek’. Tidak ada lagi guru bersertifikasi yang ‘nyambi’ ngojek di luar jam sekolah. Ya semua karena sertifikasi. Nampaknya sertifikasi belum diimbangi dengan kesadaran untuk selalu memperbaiki diri. Guru seharusnya memiliki perangkap pembelajaran yang lengkap seperti laptop, lcd dan media-media lainnya, serta memiliki koleksi buku yang melimpah karena uang sertifikasi memang diperuntukkan ke sana. Bukan untuk membeli peralatan yang berbau hedonis, (baca: bermewah-mewahan).Ternyata kehidupan itu tidak hanya dianut oleh para guru, nyaris semua manusia Indonesia jika mempunyai kesempatan akan mengikuti pola hidup seperti ini.

Ini memang sudah menjadi karakter bangsa. Bangsa ini telah dijangkiti semacam penyakit “Asal tampak” mewah, glamour, bergaya, dan gengsi. Karakter ini dibangun bukan baru-baru saja, tetapi sudah dilestarikan sejak jaman nenek moyang. Tradisi hedonis dimiliki oleh bangsa yang sejahtera, secara alamiah, jarang dmiliki oleh bangsa yang sumber daya alamnya miskin. Indonesia alamnya telah menyediakan kebutuhan hidup manusia. Nyaris seluruh kebutuhan hidupnya telah dipenuhi alam. Konon kalau bayi Barat/ Negara non tropis diletakkan di Indonesia meskipun tanpa perawatan, akan tetap¬† hidup. Oleh karena seluruh kebutuhan hidupnya dipenuhi, maka manusia Indonesia mencari dan mengarahkan kebutuhan hidupnya ke arah-kehidupan hedonistik.

 

Iklan