Kasus ditutupi Kasus: Pola Media Orde Baru II

Posted: Agustus 4, 2010 in Artikelku

Kasus Bank Century yang diindikasi melibatkan pejabat negeri ini belum jelas ujung penyelesaianya di media elektronik maupun cetak, telah mucul kasus baru, Sindikat di Departemen Pajak, kini telah ditutupi dengan kasus Ariel Luna Maya, kasus itu menyita perhatian publik cukup lama. Hebatnya lagi masalah ini ditangani oleh Mabes, padahal; biasanya cukup ditangai Polres Jakarta Selatan. Pola kasus ditutup kasus ini telah diberlakukan sejak masa orde baru. Ujungnya tidak pernah ada penyelesaian hakiki dalam kasus-kasus di negeri ini.

Hal ini tidak lepas dari penyakit hedonis yang terus menggerogoti negeri ini.  Penyakit hedonis telah merambah nyaris kesadaran generasi muda, mulai remaja sampai setengah tua. Keinginan untuk hidup serba cepat dan instan telah menggantikan kehidupan yang hakiki. Ideologi Sim Salabim menyebabkan hati ingin selalu memperoleh sesuatu dengan cara yang instan dan sulapan. Maka tayangan di TV juga menyesuaikan selera masyarakat semacam ini.  tayangan sulapan, alam gaib, dan keajaiban menempati rating tinggi dalam tayangan TV.

Cara-cara instan untuk kaya pun  dilakukan, meskipun dengan cara-cara yang jauh dari kesadaran kemanusiaan. Ketika kekayaan diagungkan, ketika gemerlap dunia menjadi utama, maka kelakukan seperti korupsi, menipu dan merekayasa menjadi hal yang wajar dan dimaklumi. Cara hidup hedonis seperti itu tidak akan bertahan lama. Ia aktual, artinya tidak abadi, dan masanya hanya sebentar, setelah tidak lagi aktual segera akan ditinggalkan.

Menutup kasus untuk menyembunnyikan sebuah kasus dengan memediakan kasus tertentu menjadi modus melanggengkan kekuasaan model orde baru, dan rupanya kini mulai ditiru oleh penguasa negeri ini. Khalayak disibukkan dengan berita-berita yang tidak substansial dan dibuat substansial, sehingga seakan-akan masalah terbesar ada di sana, padahal masalah itu hanya menutupi masalah yang lebih substansial, tetapi rawan karena mengancam kekuasaannya. (Brs).

Komentar
  1. Badruz mengatakan:

    baru baca nih pak ada ideologi sim salabim🙄
    pernah dengar Pak Tolih..ada juga ideologi “Prok prok prok, di buka jadi apa hayoo”🙄

  2. Badruz mengatakan:

    sbiuk terus ya Pak..sampai blognya nggak di update…kaya punya gue😆

  3. Khalim mengatakan:

    Memang… yaaa beginilah pak. lalu kita selaku warga negara, apa yang perlu kita lakukan apa pak?

  4. AC mengatakan:

    NJABLUT

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s