Arsip untuk Juli, 2009

Saat kampanye, pasangan capres SBY-Budiono menylogankan kata ‘hemat’ dengan satu kali putaran pilpres bisa menghemat uang negara sebesar 4 trilyun.
Pasangan JK-Wiranto membantah, demokratisasi tidak bisa dihubungkan dengan penghematan uang negara untuk biaya pelaksanaan Pilpres. Karena menurut JK Uang 4 trilyun itu tidak ada artinya kalau selama lima tahun setelah pilpres, presiden terpilih memboroskan uang negara.
Dalam konteks demokratisasi penghematan uang 4 trilyun tidak ada signifikansinya dengan keterpilihan presiden dalam pilpres.
Ternyata dalam hitungan quick count pilpres, pasangan SBY-Budiono unggul di atas JK-Wiranto dan pasangan lainnya Mega-Prabowo. Demokratisasi yang menjadi kuda tunggangan JK-Wiranto, kalah bersaing dengan kata-kata ‘hemat’ ala SBY-Budiono.
masih pentingkah demokratisasi didengung-dengungkan.
Nusantara ini tidak cocok dengan demokrasi ala barat.