Tradisi Intelektual di Kebumen

Posted: Januari 6, 2009 in Artikelku

Kota kecil di sebelah barat Purworejo dan Yogyakarta yang berbudaya jepitan antara dua budaya besar, ini belum bertradisi intelektual. Tahun ini Pemda memang memang  memberikan dana penelitian untuk 8 kelompok peneliti, tetapi pemberian dana ini masih terkesan sebagai proyek, belum menjadi kondisi tradisi intelektual. Artinya pemeang kebijakan di tingkat Kabupaten Kebumen memang ada keinginan agar tradisi intelektual di Kebumen makin mendalam, tetapi masih jauh api dari panggang.

Direktur Lembaga Intelektual dan Penelitian yang berkantor di STAINU Kebumen menyatakan “Selama belum ada kajian intensif terhadap persoalan-persoalan hakiki kehidupan bermasyarakat, dan buku-buku yang tersedia masih seperti sekarang ini, maka tradisi intelektual di Kebumen belum akan tercipta.

Komentar
  1. novi purwanto aw mengatakan:

    bener itu kang, lha wong pendidikan itu merupakan tolok ukur kemajuan sebuah negara. tapi masih sedikit yang punya niatan tulus dan ikhlash demi memajukannya.

    anggaran buat pendidikan aja masih disunat-sunat, ya sulit utk maju, ya to????

    Di Indonesia 75% gurunya adalah guru panggilan kerja, bukan panggilan jiwa, karena mereka sudah tidak lag menemukan pekerjaan di bidang lain, maka alternatif terakhir menjadi guru, maka jadilah guru-guru Indonesia, guru-guru yang panggilan kerja, semoga STAINU mampu mencetak guru-guru yang panggilan jiwa, meskipun sedikit

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s