Surat Terbuka Untuk Para Calon Anggota Legislatif

Posted: Desember 20, 2008 in Artikelku

Assalamu’alaikum Wr. Wb. Salam sejahtera untuk kita.

 Semua Caleg yang terhormat, ada beberapa hal yang akan saya sampaikan kepada saudara berkaitan dengan makin dekatnya Pemilihan Umum.

Pertama, Anda telah berani untuk mengambil sebuah pilihan yaitu menjadi anggota legislatif, yang berarti bersedia menjadi wakil rakyat, dan bersedia juga untuk  mendengarkan keluhan-keluhan rakyat. Saya sangat menghormati pilihan ini, dan akan mendukung saudara dengan beberapa syarat berikut:

Perlu saudara ketahui bahwa partai politik kini tidak lagi populer, karena partai politik ‘disinyalir’ menjadi pusat kebobrokan negeri ini. Masyarakat sekarang ini malas untuk datang ke TPS mencoblos, karena mereka telah berkali-kali mencoblos, tetapi hasilnya harga-harga melambung di luar jangkauan daya mereka, cari makan sulit, biaya pendidikan makin tinggi, biaya berobat juga melangit, bencana berkali-kali melanda tanpa penanganan yang tuntas, korupsi bukannya berhenti, tetapi makin menggejala dan menjalar ke mana-mana. Anda telah memilih untuk masuk ke dunia yang kusut. Jika anda bersungguh-sungguh berjuang tanpa persiapan maka anda bagaikan orang buta yang mengurai benang kusut, di malam hari, di tengah hutan yang gelap gulita. Anda justeru dapat menjadi korban dari kekusutan benang republik ini. Maka pesan saya yang pertama, berhati-hatilah, kuasai medan, sehingga anda tidak terjebak dalam pusaran permainan.

Dengan memilih menjadi anggota legislatif maka beban seluruh rakyat (konstituen) saudara 50% berada di pundak, dengan tanggungjawab yang sedemikian berat dipundak saudara saya khawatir anda tidak dapat mencari nafkah untuk anak dan isteri di rumah, lalu anda mencari nafkahnya di gedung Dewan yang terhormat itu. Kalau itu yang terjadi maka sebetulnya saudara bukan hendak menjadi wakil rakyat, tetapi menjadi wakil rumah tangga, dan saudara tidak hendak memperjuangkan nasib rakyat, tetapi ‘melamar pekerjaan’ di kantor DPR. Pesan kedua saya, kuatkan terlebih dahulu finansial saudara di rumah, sediakan beras yang cukup beserta lauknya untuk anak isteri, agar saudara tidak menjadi ‘kuli’ bagi bos-bos kepentingan di gedung DPR, seperti para pengusaha, pemilik modal dan pihak asing yang menggunakan legitimasi DPR untuk memuluskan ambisinya.

Dengan bersedia menjadi anggota legislatif, maka anda telah bersepakat untuk tunduk kepada teori Jean Jacques Rosseau tentang konsep Negara yang terdiri dari trias politica yudikatif, legislatif dan eksekutif, hal mana ketiga unsur itu menjadi wujud demokrasi di negeri tercinta ini. Dengan memilih menjadi salah satu bagian dari implementasi teori Jean Jacques Rosseau yang ‘gila’ itu maka anda tidak berhak mengajukan pilihan teori Negara yang lain, baik itu komunis, islam, atau anarkhis, maka jika anda nanti terpilih, kemudian meneriakkan slogan-slogan ‘anti pancasila’ dan menawarkan konsep teori negara yang baru (komunis, liberalis dan Negara Islam), maka anda adalah munafiq terbesar di dunia, jika anda bersungguh-sungguh ingin mengubah Negara maka anda tidak selayaknya masuk menjadi bagian dari teori yang tidak saudara setujui, karena hal itu tak ubahnya macan ompong yang mengaum. Untuk itu pesan saya kepada saudara jangan sekali-kali menggunakan dalil agama untuk tujuan yang hanya macan ompong itu, karena agama sangat mulia tidak dapat digunakan untuk hal yang serendah itu. “Wala tasytaruu bi ayaty tsamanan qaliilaa”, Jangan jual ayat-ayatku dengan harga murah.

Dalam dunia politik, telah menjadi rahasia umum bahwa pemilihan itu selalu diwarnai politik uang (money politics), padahal praktek politik uang ini adalah perilaku iblis, jika saudara memang jantan, jangan gunakan cara yang tidak jantan untuk menjadi calon legislatif dengan menyogok pemilih dengan uang, menanglah dengan jantan dan kalahlah dengan jantan. Ingat bahwa penyogok dan yang disogok akan masuk neraka.

Terakhir, begitu saudara terpilih menjadi anggota legislatif, system yang baru telah menjerat saudara, sibuk melepaskan diri dari jerat-jerat dengan resiko melupakan tujuan semula, dan melupakan kosntituen atau membiarkan jerat-jerat system yang lama-lama terasa nikmat itu tetap kuat menjerat kita, bahkan suatu hati kita enggan melepaskan jerat-jerat itu, bahkan marah kalau ada orang lain yang hendak membantu melepaskan jerat dalam tubuh kita. Pesan saya tetaplah dalam kesadaran tertinggi saudara agar jerat-jerat setan itu tidak seluruhnya mengikat saudara sampai kehilangan kesadaran, kata Ronggowarsito “Bagus-baguse wong, yaku kang tansah eling lan waspada (Sebagus-bagus orang adalah yang senantiasa ingat dan waspada” Kepekaan saudara adalah kunci keberhasilan saudara sendiri.

Demikian surat terbuka ini saya kirikan, dengan harapan dapat dibaca oleh setiap anggota legislative dan calon anggota legislative. Meskipun demikian saudara yang telah membaca surat ini, dan tidak mempedulikan isinya tidak akan menjadikan kedudukan legislative saudara tergusur, atau pemilih saudara akan lari, atau pimpinan parpol akan merekol saudara, sekali-kali tidak, karena ini hanya himbauan dari jeritan hati. Di dengar ataupun tidak, tidak pernah akan mempengaruhi dunia.

Cukup sekian, surat terbuka ini.

Wallahul muwaffiq ila aqwamith thorieq

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

 

Pengirim

 

Mustolih Brs

Komentar
  1. aldo mengatakan:

    ini kangmustolih yang dulu di stainu dan di ponpes salafiyah kan?
    klo iya lam kangen ya?
    e…. udah nikah belum ya?
    pengin tahu aq di aldoroimusha.blogspot.com

    Ya, aku mustolih yang sampeyan maksud, blognya aku buka kok gak mau ya. aldo sekarang aktifitasnya apa?

  2. syahrizal syarif mengatakan:

    Saudara Mustolih, terimakasih untuk suratnya. Saya baca dan coba pahami dengan seksama. Saya ber-infaq dengan pikiran, waktu dan sedikit materi dalam proses kampanye ini. Dengan niat melakukan perubahan di bidang anggaran kesehatan dan perbaikan mutu pendidikan, dua bidang pengabdian saya selama 20 tahun terakhir. Saya setuju, keadaan memang kusut, namun jika tidak ada yang mau berkorban memperbaiki keadaan dari dalam, perubahan akan lambat terjadi. Terimakasih nasehat anda. Wassalam,

    dr.H. Syahrizal Syarif, MPH, PhD
    Caleg DPR PPP DAPIL VI JABAR (BEKASI-DEPOK)
    http://www.245ss.com

  3. bengkoang mengatakan:

    Surat anda sudah saya baca. Sudah saya pahami.
    Karena saya baca dan saya pahami, maka saya bisa juga memaklumi. Apa pendapat anda jika keadaan bangsa ini yang begitu carut marut, dipimpin oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab dan bukan pada ahlinya? (Karena orang-orang suci, orang jujur, orang bersih, dan orang yang benar, tidak mau ikut masuk ke dalam politik, sebab takut dikatai orang sebagai orang yang kotor dan munafik).

    Apa jadinya bangsa ini jika seluruh wakil rakyat adalah orang yang busuk dan hanya mementingkan diri sendiri, dan bahkan dengan segala cara termasuk membeli suara konstituen agar dia bisa menjadi anggota DPR?

    Hancurnya negeri ini saat ini, adalah kesalahan kita semua yang selama ini telah salah memberikan dukungan. Menjadi budaya dan tradisi bangsa ini (mungkin), jika ingin menjadi pemimpin harus muwur (money politics), kalo nggak muwur ya nggak mau milih. Ini kesalahan yang terjadi selama ini. Minimal bisa kita lihat disekitar masyarakat kita ketika pilkades misalnya.

    Masyarakat selama ini banyak yang memaksa para calon untuk merogoh kocek dalam-dalam. Maka menjadi akibat yang wajar jika ternyata setelah mereka menjadi pemimpin malah mencari cara bagaimana caranya agar bisa balik modal, kemudian mencari cara dapat untung. Ini logikanya.

    Mohon maaf pak Mustolih, tentang pernyataan anda berikut :

    “Dengan memilih menjadi anggota legislatif maka beban seluruh rakyat (konstituen) saudara 50% berada di pundak, dengan tanggungjawab yang sedemikian berat dipundak saudara saya khawatir anda tidak dapat mencari nafkah untuk anak dan isteri di rumah, lalu anda mencari nafkahnya di gedung Dewan yang terhormat itu. Kalau itu yang terjadi maka sebetulnya saudara bukan hendak menjadi wakil rakyat, tetapi menjadi wakil rumah tangga, dan saudara tidak hendak memperjuangkan nasib rakyat, tetapi ‘melamar pekerjaan’ di kantor DPR.”

    Saya agak kurang sreg dengan pernyataan diatas. Menurut pendapat saya, seorang anggota DPR adalah manusia biasa yang memiliki tanggung jawab kepada diri sendiri, keluarga, dan masyarakat. Ketika ada seorang yang menjadikan keanggotaannya sebagai anggota DPR adalah sebagai pekerjaan saya kira sah-sah saja.
    Kenapa? Karena menurut saya, sah selama dalam pekerjaan itu dia melaksanakannya dengan tanggung jawab. Artinya ya tanggung jawab dengan mendengarkan aspirasi masyarakat, memberikan / membuat kebijakan yang berpihak pada rakyat, dan tidak ikut serta dalam rangka menyengsarakan rakyat dengan korupsi, kolusi dan hal lain yang merugikan rakyat.
    Sebagaimana pak Mustolih, menjadi seorang pengajar ibarat jaman Rosul itu guru ngaji, belum ada dosen. Guru ngaji tanggung jawabnya adalah mulang ngaji. Ketika Bapak sebagai guru ngaji menjadikan itu sebagai pekerjaan dalam rangka memberikan nafkah untuk keluarga, saya kira sah saja. Sepanjang ketika sebagai guru ngaji tetap bertanggung jawab dengan mulang ngaji yang bener.

    Untuk pernyataan Bapak :

    “Untuk itu pesan saya kepada saudara jangan sekali-kali menggunakan dalil agama untuk tujuan yang hanya macan ompong itu, karena agama sangat mulia tidak dapat digunakan untuk hal yang serendah itu. “Wala tasytaruu bi ayaty tsamanan qaliilaa”, Jangan jual ayat-ayatku dengan harga murah.”

    Menurut saya, Rosululloh SAW hingga akhir hayatnya itu berpolitik. Bahkan beliau sebagai kholifahnya sebagai presidennya. Hanya saja beliau berpolitik dengan berpegang kepada Al-Qur’an.

    Saat ini perpolitikan Indonesia telah meninggalkan jauh dari akhlak Al-Qur’an, maka menjadi kewajiban kita untuk meluruskannya.
    Yang terpenting adalah BUKAN AGAMA SEBAGAI ALAT POLITIK, TETAPI POLITIK SEBAGAI ALAT UNTUK MEMULIAKAN AGAMA.
    Demikian sekelumit pendapat saya.
    Kurang lebihnya, ya, ini hanya suara hati saya. Ada perbedaan, maka ini sudah menjadi fitroh manusia.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s