Filsafat Pendidikan

Posted: Maret 4, 2008 in Filsafat Pendidikan Islam

Di bekasi ada siswa bunuh diri gara-gara gak lulus UnasMasih di Bekasi juga, ada siswa nekat membakar komputer dan hampir membakar sekolahnya gara-gara gak lulus Unas.Di Purwokerto beberapa siswi hiseteris sampai pingsan karena gak lulus Unas.Dan berpuluh-puluh -mungkin lebih- siswa siswi yang menangis baik karena mereka gak lulus maupun karena mereka lulusHampir di seluruh Indonesia, ketika masa kelulusan seperti ini, luapan perasaan yang berlebihan selalu ada. Yang baju sekolah di cat grafiti, rambut di acak-acak, sampai-sampai ada juga yang melampiaskan kegembiraan kelulusan dengan minuman keras, obat, dan pelecehan seksual. Fenomena apa ini semua yang terjadi? Ketika tentara menjadi kepala dinas pendidikan…Ketika bisnismen menjadi kepala dinas pendidikan…dan..bahkan ketika kepala penjaga kuburan menjadi kepala dinas pendidikan..Berapa puluh orang yang tidak memahami pendidikan beralih kerjaan menjadi “ahli” di bidang pendidikan dan merambat, menyusup, mengisi semua relung-relung struktural pendidikan.. Fenomena apa ini semua yang terjadi? Sejarah filsafat yang dicekokkan ke kita berawal dari Yunani 500 tahun Sebelum Masehi..Padahal sebelum itu ada Thales dan Anaximandes yang berasal dari TImur Tengah.Dan pada masa itu kebudayaan Persi (sebagian Iran) sudah begitu ditakui oleh Yunani.Juga kebudayaan Romawi yang sudah maju.Padahal sebelum itu sudah dikenal Taman Gantung Babilonia, dan peninggalan-peninggalan kebudayaan Mesir.Tetapi entah karena kekurangan data referensi, ataukah karena pemutusan sejarah yang disengaja, maka seolah-olah sumber Filsafat hanyalah dari Yunani.Kemudian setelah itu, perjanalan keilmuan seolah-olah langsung diterima oleh Barat (Amerika-Eropa), dan tak ada alur perjalanan sejarah keilmuan selain itu. Poros Yunani-Eropa-Amerika yang kemudian menyebar ke seluruh dunia saat ini. Inilah “kebenaran” sejarah ke ilmuan yang mayoritas kita yakini.Seolah jalur ilmu “hanyalah” bersumber dari Amerika atau Eropa dan bermuara di Yunani. Sejarah sudah sama-sama bisa di baca, abad pertengahan adalah “dark age”, masa kegelapan bagi Eropa, sementara Amerika baru ditemukan sama Columbus awal abad ke 16. Lalu, kemanakah larinya perjalanan ilmu ? Kejayaan Umat Islam di Baghdad di masa Dinasti Umayyah membawa cahaya baru bagi dunia. Baghdad menjadi pusat keilmuan bagi seluruh dunia. Baik filsafatnya, keilmuannya maupun teknologinya yang kemudian berakhir ketika serangan dari Mongol membumihanguskan peradaban Islam di Baghdad. Buku-buku, referensi-referensi, hasil pemikiran dan teknologi yang sudah dihasilkan oleh umat Islam di hancurkan, ditenggelamkan ke sungai Tigris..yang konon air sungai sampai menjadi hitam kelam terkena lunturan tintanya.. Kemudian kejayaan umat Islam dilanjutkan di Andalusia Spanyol dimasa dinasti Abbasiyyah. Andalusia menjadi pusat keilmuan, seluruh dunia berkiblat dan belajar di Andalusia. Masa inilah Eropa belajar di Spanyol.Berapa banyak hasil pemikiran-permikiran filsafat, keilmuan, kedokteran, ekonomi, dan lain-lain. Juga perkembangan teknologi yang sudah maju melebihi zamannya. Sampai satu waktu berakhir dengan kekalahan umat Islam di spanyol. Setelah itulah kemudian berkembang keilmuan di Eropa, di Amerika dan sejarah masa kejayaan umat Islam di Spanyol ditenggelamkan dalam sejarah keilmuan. Semua keilmuan menjadi seolah-olah hanya bersumber dari barat, dari Amerika dan Eropa yang bersumber dari filsafat Yunani.Inilah potret yang terjadi. Nah, dari situ kemudian terjadi penyerapan-penyerapan keilmuan dari barat, metoda-metoda dan juga teknologi-teknologinya menyebar ke seluruh dunia. Ini bukanlah romantisme masa lalu..nostalgia kejayaan umat Islam indah di masa lalu..hanya masalah meletakkan sesuatu pada porsinya..supaya bisa kita memahami fenomena apa yang sebenarnya terjadi di dunia pendidikan kita.. Kadang kala seolah-olah pendidikan Islam, tapi di balik itu ideologi liberal yang sedang dijalankanKadang seolah sebuah pendidikan untuk kecerdasan bangsa, tapi ternyata hanyalah sebuah proses pembodohan dalam bentuk lain..Kadang standarisasi dilakukan untuk menyeleksi atau mendapatkan murid yang berkualitas, yang muncul hanyalah nilai sesaat yang tidak bisa mencerminkan kemampuan seseorang.. Tokoh-tokoh filsafat pendidikan sudah banyak yang berpikir tentang hal ini..meski sayang sekali referensi kita lebih banyak tokoh-tokoh barat pula..tapi marilah kita lihat apa yang mereka katakan siapa tahu di dalam lumpur masih tersisa butiran-butiran emas yang bermanfaat. Konsepsi pendidikan dibagi menjadi 3 oleh mereka..1. Konservatif yang terdiri dari 3 faham pula, fundamental, pendidikan intelektual dan konservatif2. Liberal yang terdiri dari 3 faham besar pula, liberal, liberasionis dan anarkis3. Kritikal.. Mau tidak mau kita akan melihat konsep pendidikan mereka sebab dari konsep-konsep inilah yang mempengaruhi pendidikan dan metoda pendidikan di Indonesia… bersambung…

Komentar
  1. Venancio Lopes Carvalho mengatakan:

    Hi selamat pagi
    Saya sangat tertarik dengan artikel-artikel mengenai filsafat pendidikan dan psikologi pendidikan. Karena dengan membaca artike-artikel itu bisa menambah pengetahuan saya dan saya dapat menjadi orang berpendidikan yang bukan hanya menguasai ilmu pengetahuan yang saya tekuni tapi juga berakhlak baik. Dengan demikian saya sangat mengharapkan jika ada artikel baru mengenai filsafat pendidikan dan psikologi pendidikan tolong kirimkan ke alamat E-mail saya.

    Atas kebaikan dan kerja samanya diucapkan banyak terima kasih.

  2. HOTTUA SAMOSIR mengatakan:

    saya juga sangat tertarik dengan artikel di atas…….
    dan ini saya ingin bertanya……
    1. Kenapa Pendidikan di Indonesia sangat sulit untuk berkembang.
    2. bagaimana Cara mengembangkan pendidikan yang bisa memajukan negara Indonesia seperti negara Amerika Serikat yang sudah berkembang pada saat ini.
    Atas perhatiannya saya berharap pertayaan saya ini diberi jawaban yanga sangat memuaskan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s