Pengantar Media Pembelajaran

Posted: September 11, 2007 in Tak Berkategori

Mustolih

Bagaimana guru memandang peranan media dan teknologi di kelas bergantung pada bagaimana sesorang belajar. Setengah babad yang lalu, ada beberapa teori pembelajarn yang dominan. Masing-masing memepunyai inplikasi untuk pembelajaran pada umumnya dan untuk kegunaan teknologi secara khusus. Dengan singkat kita akan mensurvei setiap perspektif utama pada pembelajaran dan mendiskusikan implikasinya. Teori belajar dan bagaimana dampaknya keputusan pengajaran didiskusikan lebih detail oleh Driscoll.

Perspektif Behaviorist

Pada pertengahan tahun 1950, focus penelitian pembelajaran mulai mengalami pergeseran dari desain stimulus (komunikasi) ke respon pembelajar ke stimuli. Pada garis terdepan dari pergerakan ini adalah B. F. Skinner, seorang psikolog dari Harvard University. Skinner seorang pencetus aliran behaviorisme tetapi dengan suatu perebdaan penting: dia tertarik pada perilaku sukarela, seperti pelajaran ketrampilan baru, dibandingkan perilaku refleksif seperti yang diilustrasikan oleh Pavlov.  Dia menggambarkan bahwa perilaku organisme dapat dibentuk dari penguatan, atau penghargaan, keinginan merespon/menanggapi lingkungan. Skinner berdasarkan teori belajarnya, yang diketahui sebagai teori penguatan, pada suatu eksperimen dengan merpati, dan dia memberi alas an abhwa prosedur yang sama bias digunalkan/dilakukan pada manusia. Hasilnya adalah kemunculan pembelajaran berprograma, suatu teknik [dari;ttg] terkemuka suatu pelajar melalui suatu rangkaian langkah-langkah intervi [bagi/kepada] suatu [yang] diinginkan tingkat capaian. Tidak sama dengan riset pelajaran lebih awal, Pekerjaan pengupas kulit memimpin secara langsung [bagi/kepada] disain intervi yang ditingkatkan

Perspektif Konstruktivis

Konstruktivisme adalah suatu pergerakan yang meluas di luar kepercayaan [menyangkut] cognitivist. Konstruktivisme mempertimbangkan bahwa ikatan sisiwa pada pembelajaran bermakna sebagai inti sari dari pembelajaran. Pergeseran dari transfer informasi pasif ke pemecahan masalah secara aktif. Konstruktivisme menekankan bahwa pelajar menciptakan penafsiran mereka sendiri dari dunia informasi. Perspektif konstruktivisme berlawanan dengan perspektif behaviorisme atau kognitif, yang percaya bahwa pikiran dapat dipetakan oleh guru.

Siswa meletakkan pengalaman belajar dengan pengalaman mereka sendiri dan tujuan pembelajaran bukan untuk mengajarkan informasi tetapi menciptakan situasi sedemikian sehingga siswa sisiwa menginterpretasikan informasi untuk pemehaman mereka sendiri. Peranan guru bukanlah untuk membagikan fakta tetapi untuk menyediakan para siswa dengan jalan untuk memasang pengetahuan. Para siswa terlibat dalam tugas asli yang berhubungan dengan konteks bermakna

Komentar
  1. saiful mengatakan:

    pak sulit dicari
    dimana sih materi – materinya?

  2. Widya mengatakan:

    well, dalam menggunakan media pembelajaran ada kalimat yang sangat penting diingat, guru harus pandai dan terampil dalam menggunakan media.

  3. edy msl mengatakan:

    tolong saya diberi informasi, media pembelajaran apa yang murah dan menarik untuk siswa SMA

  4. puspita mengatakan:

    Assalamualaikum,
    Pak bisakah beri saya materi LCD, definisi, cara penggunaan, perawatan dsb
    makasih

  5. hamid mengatakan:

    Waduh jadi inget kuliah semester 3 kemarin, nasib-nasib dapat kelompok terakhir. Mau presentasi gak jadi. Padahal sudah 3 kali pinjam laptop sampai malu bawanya. Dosennya gak berangkat (lagi kuliah sendiri), mahasiswanya pada gak masuk, sibuk sendiri-sendiri bayar ujian semester. Dapat nilai berapa aku …?
    untuk mahasiswa STAINU jangan seneng dapat giiran kelompok terakhir untuk mata uji Media Pembelajaran, pasti rugi……

  6. Safrina rovasita mengatakan:

    Ass. saya calon guru SLB. mohon berikan refleksi tentang media pembelajaran anak untuk tunadaksa (kriteria anak adl anak dengan kognitif normal tetapi anggota tubuhnya terganggu). mungkin media pembelajaran anak normal tidak masalah, nanti saya modifikasi sendiri

  7. roro za,.. mengatakan:

    Susah bgt se, browsingnya ga da yang cocok

  8. yani mengatakan:

    tolong donk kirim artikel pembuatan media pembelajaran yang menarik dan ngga mbosenin siswa sma…

  9. aeny mengatakan:

    ada nggak artikel “penggunaan media pembelajaran untuk meningkatkan hasil belajar pada mata ajar teori tata boga”
    tolang dikirim ke alamat e-maill ku yaaa,….
    thanks b4.

  10. put mengatakan:

    tolong dunk kirim ke imelku..gmana c penggunaan media pembelajran yang baik bwt anak SD kelas 3 supaya menarik di pelajaran tata boga

  11. syafrizal mengatakan:

    saya sedang melakakukan car “dukungan media pembelajaran pendidikan agama islam berbasis TIK untuk peningkatan pemahaman konsep iman” mohon berikan saran dan teori yang mendukung car saya, syukran (thanks)

  12. Siti Rowiyah mengatakan:

    semoga menjadi inspirasi dosen stainu lain dengan metode pembelajaran e-learning

  13. imhe mengatakan:

    ada nggak artikel tentang kriteriapemilihan media dalam proses belajar mengajar???klo ada krimdunk ke emailQ.
    thanks before

  14. imhe mengatakan:

    ada nggak artikel tentang kriteria pemilihan media dalam proses belajar mengajar??
    klo ad pliz krim ke emailQ dunk
    thank before

  15. rachmad mengatakan:

    ada nggak komentar, pemikiran atau apapun dari anda tentang Media Utilization di negri tercinta ini yang cocok diterapkan… kalo ada saya tunggu email bapak. thank’s

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s