Kebutuhan Akan Rasa Aman

Posted: Juli 10, 2007 in Artikel Kiriman

Manusia sejak lahir oleh Tuhan telah dilengkapi oleh beberapa macam kebutuhan. Untuk itu manusia telah dilengkapidengan macam piranti hidup, sehingga manuia dalam menjalani kehidupan akan diberi kemudahan dalam memenuhi segala kebutuhan yang ada. Dalam hal ini, banyak berbagai macam kebutuhan manusia yang tidak begitu saja dibiarkan, sebaliknya ia akan berusaha agar kebutuhan tersebut dapat tercapai.
Oleh karena itu, marilah kita bahas mengenai masalah kebutuhan (need) yang ada pada diri manusia, “Abraham Maslow” mengemukakan ada 5 kebutuhan hidup manusia. Yang menurutnya merupakan suatu hirarki dari yang paling rendah (kebutuhan fisiologis dasar) sampai paling tinggi (kebutuhan aktualisasi diri).yaitu sebagai berikut :
1. Kebutuhan aktualisasi diri dan pemenuhan diri
2. Kebutuhan untuk dihargai
3. Kebutuhan untuk dicintai dan disayangi
4. Kebutuhan akan rasa aman dan tentram
5. Kebutuhan fisiologis dasar
Itulah 5 macam hirarki kebutuhan, tetapi di sini akan dibahas mengenai kebutuhan akan rasa aman. Untuk itu tidak akan dibahas satu persatu kelima macam kebutuhan tersebut, hanya akan membahas kebutuhan rasa aman yaitu apa sih kebutuhan akan rasa aman dan tentram itu ?
Kebutuhan akan rasa aman dan tentram mencakup lingkungan yang bebas dari segala bentuk ancaman, pekerjaan yang jelas, keamanan atas alat atau instrumen yang dipergunakan dalam beraktivitas.
Dari hirarki kebutuhan tersebut dapat dilihat bahwa prioritas pemenuhan kebutuhan sangat ditentukan oleh tingkatan kebutuhan yang ada.

Pekerjaan
Seiring dengan adanya berbagai kebutuhan individu, maka alasan individu untuk bekerja menjadi banyak pengikutnya sehingga pekerjaan memiliki makna tertentu bagi individu. Dilihat dari sudutd pandang psikologi, maka suatu pekerjaan memiliki beberapa makna sebagai berikut :
1. Instrumen (Instrumental)
Bekerja adalah suatu alat atau instrumen, hal ini dibagi menjadi dua bagian yaitu sebagai alat untuk mendapatkan penghasilan dan sebagai alat untuk melakukan aktivitas. Dalam hal ini bekerja merupakan instrumen untuk beraktivitas, sangatlah jelas bagi kita bahwa dengan kita bekerja maka semua kegiatan seolah-olah menjadi terprogram.
2. Kesenangan (Enjoyment)
Sejalan dengan aktivitas yang dilakukan sebagai konsekuensi logis dari bekerja, maka tidak jarang individu menemukan berbagai kesenangan dalam bekerja. Dengan kesenangan yang dimilikinya maka individu akan berfungsi secara optimal sehingga bermanfaat bagi perkembangan jiwanya dan juga memudahkannya dalam menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitarnya.
3. Pemenuhan diri (Self fulfillment)
Setiap orang ingin mengaplikasikan semua talenta yang dimiliki. Dengan bekerja maka individu memiliki kesempatan untuk mengaplikasikan semua kemampuan yang dimilikinya atau dengan kata lain bekerja memungkinkan seseorang untuk dapat mengaktualisasikan dirinya. Lewat pekerjaan, menghasilkan suatu karya cipta dan akan memperoleh pengakuan atau hasil karya tersebut, sehingga akan semakin memiliki diri yang positif dan memiliki rasa percaya diri yang tinggi.
4. Institusi Sosial (Social institution)
Pekerjaan akan menciptakan suatu institusi sosial. Dengan bekerja individu akan terikat dalam suatu institusi sosial yang memiliki aturan main sendiri yang berbeda dengan yang lain, sehingga dengan bekerja relasi sosial akan terbukan lebar dan terjalin hubungan interpersonal.

Dengan melihat makna suatu pekerjaan bagi individu dan mengingat asas kesamaan kesempatan untuk memperoleh pekerjaan dan kehidupan yang layak, maka kita semua dapat memahami jika Lembaga Bantuan Hukum (LBH) penyandang cacat Indonesia mendesak pada semua perusahaan yang beroperasi di Indonesia untuk melaksanakan kewajiban kuota tenaga kerja penyandang cacat. Pentingnya suatu pekerjaan baik cacat atau tidak cacat adalah memiliki makna yang lebih mendalam dari sekedar masalah finansial.

Kesiapan dan Kemampuan
Untuk dapat bersaing dengan para pekerja tidak cacat maka para penyandang cacat harus mempersiapkan segala hal untuk dapat menampilkan potensi yang dimiliki. Hal ini berlaku untuk semua pencari pekerjaan, termasuk penyandang cacat, oleh sebab itu harus mempersiapkan hal-hal sebagai berikut :
a. Tingkatan pengetahuan, kemampuan dan ketrampilan anda melalui pelatihan ataupun kursus-kursus yang sesuai
b. Aktif mencari lowongan pekerjaan yang sesuai. Gunakan berbagai jalur dan teknik mencari pekerjaan, misal lewat institusi penyandang cacat, relasi, media massa, dan lain-lain
c. Cari tahu dan kenali perusahaan-perusahan yang berpotensi mempekerjakan para penyandang cacat
d. Manfaatkan teknologi secara maksimal untuk membantu anda misal komputer
e. Jika dipanggil wawancara kerja maka buatlah wawancara tersebut menjadi mudah bagi interviewer (perusahaan) dengan memberitahukan hal-hal apa saja yang harus mereka siapkan untuk anda
f. Berpakainlah secara pantas sesuai dengan jabatan atau pekerjaan yang dilamar
g. Bawalah surat lamaran beserta resume dan contoh hasil karya yang telah anda buat (jika ada) pada saat wawancara
h. Antisipasi sikap-sikap negatif terhadap anda. Fokuskan diri anda hanya pada hal-hal yang berhubungan dengan pekerjaan. Dengan ini perusahaan akan lebih mengenali potensi anda
i. Atasi pertanyaan yang memojokkan secara elegan
Dalam kasus seperti di atas hendaknya perusahaan tidak melakukan PHK dan menggantikan kedudukan pekerja dengan orang lain yang tidak cacat.
Dari kebutuhan di atas bila ditambah dengan kebutuhan mengabdi kepada Allah, manusia akan dijadikan dorongan, pemicu dan motivasi untuk bekerja, beramal dan berjuang dengan sungguh-sungguh agar apa yang menjadi harapannya dapat tercapai dengan sukses. Iapun berharap dalam hidupnya agar terpenuhi kebutuhan keamanan dan rasa aman dirinya.
Itulah yang dapat saya tuliskan, mudah-mudahan bermanfaat bagi para pembaca.

Disusun oleh : Nur’aeni Fijriyah, NIM: 2051212, Prog./Jurusan: S1 / PAI / IV STAINU Kebumen

Mustofa Kamal Pasha, Drs. B. Ed, Prof. Dr. Lasijo, MA., Drs. Mudijana, M.Si., Ilmu Budaya Dasar, Citra Karsa Mandiri, Yogyakarta, 2000

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s