Hirarki Kebutuhan : Sebuah Renungan Tentang Hakikat Diri dan Tujuan Hidup Kita

Posted: Juni 28, 2007 in Artikel Kiriman

Apa saja yang telah anda kerjakan hari ini? Anda bangun tidur, lalu Salat Subuh (bagi yang Islam dan menjalankan salat). Mungkin ada sedikit waktu merapikan kamar sebelum mandi dan sarapan, lalu berangkat menjalankan aktivitas luar rumah, ketemu orang-orang di jalan, ngobrol, kerja, dan seterusnya.
Pernahkah anda berpikir, buat apa semua rutinitas itu kita lakukan? Buat apa anda mendesain sebuah webpages (kalau anda seorang web designer), menghitung laba-rugi (kalau anda seorang akuntan), dan lain-lain, termasuk buat apa saya dan weblogger lain mau repot-repot membikin dan mengisi halaman blognya? Benarkah sekadar mencari penghasilan material? Kepuasan batin? Naluri sebagai hewan primata berkecerdasan tinggi buat memenuhi kebutuhan fisik dan mental yang tiada pernah terpuaskan? Atau sebuah laku ibadah yang musti dijalani sebagai umat dari Sang Maha Pencipta?
Abraham Maslow (1908-1970) adalah seorang psikolog yang mencoba menemukan jawaban sistematis atas pertanyaan tersebut melalui teorinya yang tersohor, yakni teori hirarki kebutuhan. Menurut Maslow, kunci dari segala aktifitas manusia adalah keinginannya untuk memuaskan kebutuhan yang selalu muncul dan muncul. Kebutuhan manusia terdiri atas lima lapis berjenjang vertikal yaitu (dari bawah) : kebutuhan fisiologis (physiological needs), kebutuhan akan rasa aman dan kepastian (safety and security needs), kebutuhan akan cinta dan hubungan antar manusia (love and belonging needs), kebutuhan akan penghargaan dan pengakuan (esteem needs), dan kebutuhan aktualisasi diri (self actualization needs).
Maslow menyusun lima jenis kebutuhan tersebut secara berjenjang karena, seperti yang dia amati, beberapa kebutuhan baru menampakkan diri ketika kebutuhan pada level bawahnya terpenuhi, dan sebaliknya. Sebagai contoh, kalau anda seorang pengangguran tak berduit dan tidak ada orang yang bersedia menanggung kebutuhan hidup kamu padahal perut sangat lapar, pikiran kamu akan dipenuhi keinginan untuk memperoleh makanan (kebutuhan fisiologis) dan cenderung untuk melepaskan sementara kebutuhan lain, misalnya kebutuhan akan rasa aman (anda nyolong bakpao di pasar dengan risiko digebuki massa), atau kebutuhan akan rasa harga diri (berapa sih harga diri yang anda korbankan dengan menjadi maling bakpao?). orang Jawa melukiskan keadaan ini dengan istilah “Wong ngelih pikirane ngalih”.
Kebutuhan fisiologis (physiological needs) adalah kebutuhan yang paling mendasar. Oksigen untuk bernapas, air untuk diminum, makanan, tidur, buang hajat kecil maupun besar, dan seks merupakan contoh kebutuhan fisiologis.
Segera setelah kebutuhan dasar terpenuhi, orang mulai ‘cari-cari’. Kebutuhan level kedua, yakni kebutuhan akan rasa aman dan kepastian (safety and security needs) muncul dan memainkan peranan dalam bentuk mencari tempat perlindungan, membangun privacy individual, mengusahakan keterjaminan finansial melalui asuransi atau dana pensiun, dan sebagainya.
Kebutuhan level ketiga adalah kebutuhan akan cinta dan rasa memiliki (love and belonging needs). Ketika kita menginginkan sebuah persahabatan, menjadi bagian dari sebuah kelompok, dan yang lebih bersifat pribadi seperti mencari kekasih atau memiliki anak, itu adalah pengaruh dari munculnya kebutuhan ini setelah kebutuhan dasar dan rasa aman terpenuhi.
Level keempat dalam hirarki adalah kebutuhan akan penghargaan atau pengakuan (esteem needs). Maslow membagi level ini lebih lanjut menjadi dua tipe, yakni tipe bawah dan tipe atas. Tipe bawah meliputi kebutuhan akan penghargaan dari orang lain, status, perhatian, reputasi, kebanggaan diri, dan kemashyuran. Tipe atas terdiri atas penghargaan oleh diri sendiri, kebebasan, kecakapan, keterampilan, dan kemampuan khusus (spesialisasi). Apa yang membedakan kedua tipe adalah sumber dari rasa harga diri yang diperoleh. Pada self esteem tipe bawah, rasa harga diri dan pengakuan diberikan oleh orang lain. Akibatnya rasa harga diri hanya muncul selama orang lain mengatakan demikian, dan hilang saat orang mengabaikannya.
Situasi tersebut tidak akan terjadi pada self esteem tipe atas. Pada tingkat ini perasaan berharga diperoleh secara mandiri dan tidak tergantung kepada penilaian orang lain. Dengan lain kata, sekali anda bisa menghargai diri anda sendiri sebagai apa adanya, anda akan tetap berdiri tegak, madheg pandhito, bahkan ketika orang lain mencampakkan anda!
Aktualisasi diri
Inilah puncak sekaligus fokus perhatian Maslow dalam mengamati hirarki kebutuhan. Terdapat beberapa istilah untuk menggambarkan level ini, antara lain growth motivation, being needs, dan self actualization.
Maslow melakukan sebuah studi kualitatif dengan metode analisis biografi guna mendapat gambaran jelas mengenai aktualisasi diri. Dia menganalisis riwayat hidup, karya, dan tulisan sejumlah orang yang dipandangnya telah memenuhi kriteria sebagai pribadi yang beraktualisasi diri. Termasuk dalam daftar ini adalah Albert Einstein, Abraham Lincoln, William James, dam Eleanor Roosevelt.
Berdasar hasil analisis tersebut, Maslow menyusun sejumlah kualifikasi yang mengindikasikan karakteristik pribadi-pribadi yang telah beraktualisasi :
1. Memusatkan diri pada realitas (reality-centered), yakni melihat sesuatu apa adanya dan mampu melihat persoalan secara jernih, bebas dari bias.
2. Memusatkan diri pada masalah (problem-centered), yakni melihat persoalan hidup sebagai sesuatu yang perlu dihadapi dan dipecahkan, bukan dihindari.
3. Spontanitas, menjalani kehidupan secara alami, mampu menjadi diri sendiri serta tidak berpura-pura.
4. Otonomi pribadi, memiliki rasa puas diri yang tinggi, cenderung menyukai kesendirian dan menikmati hubungan persahabatan dengan sedikit orang namun bersifat mendalam.
5. Penerimaan terhadap diri dan orang lain. Mereka memberi penilaian tinggi pada individualitas dan keunikan diri sendiri dan orang lain. Dengan kata lain orang-orang yang telah beraktualisasi diri lebih suka menerima kamu apa adanya ketimbang berusaha mengubah diri kamu.
6. Rasa humor yang ‘tidak agresif’ (unhostile). Mereka lebih suka membuat lelucon yang menertawakan diri sendiri atau kondisi manusia secara umum (ironi), ketimbang menjadikan orang lain sebagai bahan lawakan dan ejekan.
7. Kerendahatian dan menghargai orang lain (humility and respect)
8. Apresiasi yang segar (freshness of appreciation), yakni melihat sesuatu dengan sudut pandang yang orisinil, berbeda dari kebanyakan orang. Kualitas inilah yang membuat orang-orang yang telah beraktualisasi merupakan pribadi-pribadi yang kreatif dan mampu menciptakan sesuatu yang baru.
9. Memiliki pengalaman spiritual yang disebut Peak experience. Peak experience atau sering disebut juga pengalaman mistik adalah suatu kondisi saat seseorang (secara mental) merasa keluar dari dirinya sendiri, terbebas dari kungkungan tubuh kasarnya. Pengalaman ini membuat kita merasa sangat kecil atau sangat besar, dan seolah-olah menyatu dengan semesta atau keabadian (the infinite and the eternal). Ini bukanlah persoalan klenik atau takhayul, tetapi benar-benar ada dan menjadi kajian khusus dalam Psikologi Transpersonal, suatu (baru klaim) aliran keempat dalam ilmu psikologi setelah psikoanalisis, behaviorisme, dan humanisme, yang banyak mempelajari filosofi timur dan aspek-aspek kesadaran di luar kesadaran normal (Altered States of Consciousness, ASC). Peak experience bisa jadi merupakan argumen ilmiah yang valid untuk menjelaskan fenomena para rasul yang menerima wahyu dari Allah, atau pengalaman sufistik bersatunya diri dengan suatu suatu obyek (merging, dalam hal ini dengan Illah-nya), yang dikenal dengan istilah Jawa Manunggaling Kawula lan Gusti (ini sekadar opini penulis).
Melihat berbagai kualifikasi yang ‘sulit’ tersebut, tidak heran kalau tidak banyak orang di dunia ini yang mencapai level aktualisasi diri. Maslow bahkan mengatakan kalau jumlah pribadi-pribadi yang telah beraktualisasi diri tidak lebih dari dua persen saja dari seluruh populasi dunia! Tidak usah terlalu dipikirkan. Bisa mencapai taraf aktualisasi diri memang bagus, tetapi untuk sekadar bisa merasa bahagia dan menikmati hidup, kita hanya perlu menjadi diri sendiri apa adanya dan bermanfaat bagi orang lain. Insyaallah.

BIOGRAFI SINGKAT ABRAHAM MASLOW

.
Abraham Maslow dilahirkan di Brooklyn, NY pada tanggal 1 April 1908 sebagai sulung dari tujuh bersaudara dari pasangan imigran yahudi Rusia. Selepas SMU Dia mengambil studi hukum di City College of New York (CCNY), sebelum minatnya kemudian beralih pada bidang psikologi, yang dipelajarinya hingga meraih gelar PhD pada tahun 1934 di University of Wisconsin. Setahun kemudian Dia kembali ke New York dan bekerjasama dengan E.L. Thorndike untuk melakukan riset tentang seksualitas manusia (human sexuality) dan menjadi pengajar penuh di Brooklyn College.
Maslow banyak berhubungan dengan intelektual-intelektual Eropa yang baru bermigrasi ke Amerika Serikat seperti Alfred Adler, Erich Fromm, dan Karen Horney. Pada tahun 1951 Maslow berjumpa dengan Kurt Goldstein, seseorang yang mengenalkannya kepada ide tentang aktualisasi diri – yang menjadi bibit dari teorinya tentang hirarki kebutuhan. Pada periode ini pula Dia, bersama beberapa psikolog lain seperti Carl Roger “memproklamirkan” aliran ketiga (third force) dari psikologi yang dikenal sebagai humanisme.
Tidak cukup “bermain-main” dengan humanisme, menjelang akhir hayatnya Maslow mengenalkan lagi satu aliran yang dikenal sebagai mazhab keempat, yakni Psikologi Transpersonal, yang berbasis pada filosofi dunia timur dan mempelajari hal-hal semacam meditasi, fenomena parapsikologi, dan kesadaran level tinggi (Altered States of Consciousness, ASC). Maslow meninggal pada 8 Juni 1970 di California karena serangan jantung, setelah kesehatannya memburuk pada tahun-tahun terakhir hidupnya.
Diambil dari : http://www.ship.edu/%7Ecgboeree/maslow.html
posted by hermanu at 6:42 PM

Komentar
  1. Emi Faiqoh mengatakan:

    KEBUTUHAN DASAR MANUSIA
    Kebutuhan (need) dasar manusia adlah segala sesuatu yang dibutuhkan oleh manusia untuk mencukupi kebutuhannya sehari-hari.
    Sartain mengatakan bahwa kebutuhan hanyalah sebagai suatu istilah yang berarti suatu kekurangan tertentu didalam suatu organisme.
    Bagi manusia istilah kebutuhan sudah mengandung arti yang sangat luas, tudak hanya yang bersifat fisiologis tapi juga psikis.
    jadi kebutuhan dasat manusia dapat diklasifikasikan menjadi 2 yaitu kebutuhan fisiologis dan kebutihan psikis.
    Menurut maslow ad 5 tingkatan kebutuhan dasar manusia:
    kebutuhan akan aktualisasi, penghargaan, sosial, rasa aman dan perlindungan, serta kebutuhan fisiologis. Namun dalam prakteknya, di kehidupan sehari-hari kebutuhan manusia berbeda-beda, yang mempengaruhinya adalah:latar belakang pendidikan, tinggi-rendahnya pendidikan, pengalaman masa lalu, pandzngan / falsafah hidup dan cita-cita serta harapan masa depan. Yang pada dasarnya urutan tingkat kebutuhan dasar manusia menurut maslow dapat dijelaskan sebagai berikut.
    Pada mulanya kebutuhan manusia yang paling mendesak adalah kebutuhan fisiologis seperti sandang, papan, pangan dan kesehatan. juka kebutuhan itu telah terpenuhi, maka kebutuhan berikutnya yang mendesak adalah kebutuhan rasa aman dan terlindungi. bila kebutuhan unupun telah terpenuhi maka tidak dirasakan lagi sebagai kebutuhan yang mendesak maka timbul kebutuhan yang dirasakan leb8ih mendesak yaitu kebutuhan sosial seperti ingin masuk organisasi kemasyarakatan,dll.
    demikian seterusnya sampai tingkat kebutuhan aktualisasi diri, ingin terkenal, dsb.
    Sumber data: Drs, M. Ngalim Purwanto, MP. “Psikologi Pendidikan”. 1990. PT Remaja Rosdakarya, Bandung cet.5

  2. Setiyo Purwanto mengatakan:

    siip

  3. aris setiawan mengatakan:

    Dalam hidup pada dasarnya haruslah seimbang, seimbang dengan kadar-kadar intensitas perhatian yang harus di curahkan dalam hal apapun itu, dan juga harus di sertai dengan penyesuain sikap dalam segi perbuatan atau pun perkataan atau sebut saja “bijak dalam menentukan atau menyikapi MASALAH”

    kenapa masalah:
    “karena apapun itu baik sudah atau akan tejadi atau belum terjadi itu adalah sebuah masalah”

    seimbang:
    dalam menyikapi masalah haruslah menyesuaikan sebagai contoh “tak selamanya memeringatkan orang dengan kekerasan atau pun dengan kelembutan ”

    kebijakan”
    bijak dalam mengunakan kata dan menentukan sikap dengan melihat kondisi

    dan itu semua haruslah dipikirkan dengan otak yang di teguhkan dengan kebijakan hati kita yang mana hati kita tidak akan pernah bisa berbohong dan di sesuaikan dengan norma-norma aturan yang ada, itu lah kunci HIDUP secara UMUM DAN GARIS BESAR

    TOLONG DI CERMATI SEKIRANYA DALAM PENYAM PAIAN SALAH BAIK DARI SEGI MAKSUD ATO KATA MOHON SAYA DI TEGUR KARNA BAHWASANYA SAYA TETAPLAH TIDAK BISA MENJADI MAHA SEMPURNA dan kirimkan lah saran anda atau opini anda melalui nomor hp ini 085736698877 saya tunggu lho he he he he……

  4. heni mengatakan:

    apakah ada penilaian terhadap kebutuhan dasar manusia?alat ukur apa yang digunakan?

  5. nayara mengatakan:

    aku suka artikelnya tapi bisa bantu kasih info alat ukur aktualisasi diri dong.

  6. Brs Mustolih mengatakan:

    Saya sedang berusaha menemukan alat ukur yang tepat untuk aktualisasi diri, doakan semoga cepat kelar..terima kasih komentarnya

  7. Zardo mengatakan:

    Mohon diberitahukan dua kebutuhan lainnya menurut Abraham Maslow..

  8. sukhoi 150 mengatakan:

    Teoru Hirarki kebutuhan ini dapat menjadi / dapat berguna sebagai

    TooL Pendukung Bisnis
    Benchmarking
    Efisiensi Bisnis
    Winning the Competition in Business

    bahkan senjata untuk mendapatkan Wanita !!!!!

    Tetapi tidak semudah itu kita bisa menggunakan Teori ini.
    Kita harus terus mengeksplorasi kebutuhan lain pada diri kita dan manusia.
    kemudian kita susun, lalu kita praktekan.

  9. dyan mengatakan:

    terima kasih ilmunya

  10. kangmas mengatakan:

    kabutuhan manusia tidak akan ada puasnya.

  11. Nuhuyanan elka mengatakan:

    Kalau berbicara tentang hirarki kebutuhan dilihat dari hakikat diri dan tujuan hidup manusia, maka kita tentunya harus menggali terlebih dahulu makna sesungguhnya dari kehidupan manusia. Siapa sebenarnya manusia ? dari mana, dan untuk apa ia hidup serta kemana nantinya ? Saya pikir jawaban dari semua pertanyaan di atas tidak cukup dijawab dengan teori-teori hipotesis dan analisis ilmiah saja. Tapi justru kita harus memulai dari informasi wahyu yang datang dari Sang Maha Pencipta. Dialah yang telah menciptakan manusia dan alam semesta, dan Dia pula yang mengetahui dengan pasti (mutlak) semua peristiwa yang ada di alam ini, termasuk untuk apa manusia diciptakan, dan apa saja kebutuhan manusia yang bersifat duniawi maupun ukhrawi.

  12. Miftahul Karym mengatakan:

    emang sifat manusia g pernah ada puasnya, tank’s bro!

  13. alqadri mengatakan:

    thanks. ya.. smoa oranng dapat memetik ilmu dari artikel ini……”

  14. softwaratep mengatakan:

    kita harus mampu menyeimbangkan semua kbutuhan tsb…

  15. O~zero mengatakan:

    Judulnya MANTEB
    Om Mustolih

    Hirarki Kebutuhan: Sebuah Renungan Tentang Hakikat Diri dan Tujuan Hidup Kita

    Sayang “HAKEKAT DIRI” belum disinggung.
    Ga dikupas dan masih menjadi sebuah misteri.

    Saya cofykan dari situs lain,
    semoga bermanfaat bagi kita semua. Amin.

    ————————————————————

    MANDALAJATI NISKALA
    Seorang Filsuf Sunda Abad 21
    Menjelaskan Dalam Buku
    SANG PEMBAHARU DUNIA DI ABAD 21,
    Mengenai
    HAKEKAT DIRI

    Salah seorang peneliti Sunda yang sedang menulis buku
    “SANG PEMBAHARU DUNIA DI ABAD 21,
    bertanya kepada Mandalajati Niskala:
    “Apa yang anda ketahui satu saja RAHASIA PENTING mengenai apa DIRI itu?
    Darimana dan mau kemana?

    Jawaban Mandalajati Niskala:
    “Saya katakan dengan sesungguhnya bahwa pertanyaan ini satu-satunya pertanyaan yang sangat penting dibanding dari ratusan pertanyaan yang anda lontarkan kepada saya selama anda menyusun buku ini.

    Memang pertanyaan ini sepertinya bukan pertanyaan yang istimewa karena kata “DIRI” bukan kata asing dan sering diucapkan, terlebih kita beranggapan diri dimiliki oleh setiap manusia, sehingga mudah dijawab terutama oleh para akhli.
    Kesimpulan para Akhli yang berstandar akademis mengatakan
    BAHWA DIRI ADALAH UNSUR DALAM DARI TUBUH MANUSIA.
    Pernyataan semacam ini hingga abad 21 tidak berubah dan tak ada yang sanggup menyangkalnya.
    Para Akademis Dunia Barat maupun Dunia Timur banyak mengeluarkan teori dan argumentasi bahwa diri adalah unsur dalam dari tubuh manusia.
    Argumentasi dan teori mereka bertebaran dalam ribuan buku tebal.
    Kesimpulan akademis telah melahirkan argumentasi Rasional yaitu argumentasi yang muncul berdasarkan “Nilai Rasio” atau nilai rata-rata pemahaman Dunia Pendidikan.
    Saya yakin Andapun sama punya jawaban rasional seperti di atas.
    Tentu anda akan kaget jika mendengar jawaban saya yang kebalikan dari teori mereka.

    Sebelum saya menjawab pertanyaan anda, saya ingin mengajak siapapun untuk menjadi cerdas dan itu dapat dilakukan dengan mudah dan sederhana.
    Coba kita mulai belajar melacak dengan memunculkan beberapa pertanyaan yang berhubungan dengan kata DIRI, JIWA dan BADAN, agar kita dapat memahami apa DIRI itu sebenarnya. Beberapa contoh pertanyaan saya susun seperti hal dibawah ini:

    1)Apa bedanya antara MEMBERSIHKAN BADAN, MEMBERSIHKAN JIWA dan MEMBERSIHKAN DIRI?

    2)Apa bedanya KEKUATAN BADAN, KEKUATAN JIWA dan KEKUATAN DIRI?

    3)Kenapa ada istilah KESADARAN JIWA dan KESADARAN DIRI sedangkan istilah KESADARAN BADAN tidak ada?

    4)Kenapa ada istilah SEORANG DIRI tetapi tidak ada istilah SEORANG BADAN dan SEORANG JIWA?

    5)Kenapa ada istilah DIRI PRIBADI sedangkan istilah BADAN PRIBADI tidak ada, demikian pula istilah JIWA PRIBADI menjadi rancu?

    6)Kenapa ada istilah KETETAPAN DIRI dan KETETAPAN JIWA tetapi tidak ada istilah KETETAPAN BADAN?

    7)Kenapa ada istilah BERAT BADAN tetapi tidak ada istilah BERAT JIWA dan BERAT DIRI?

    8)Kenapa ada istilah BELA DIRI sedangkan istilah BELA JIWA dan BELA BADAN tidak ada?

    9)Kenapa ada istilah TAHU DIRI tetapi tidak ada istilah TAHU BADAN dan TAHU JIWA?

    10)Kenapa ada istilah JATI DIRI sedangkan istilah JATI BADAN dan JATI JIWA tidak ada?

    11)Apa bedanya antara kata BER~BADAN, BER~JIWA dan BER~DIRI?

    12)Kenapa ada istilah BER~DIRI DENGAN SEN~DIRI~NYA tetapi tidak ada istilah BER~BADAN DENGAN SE~BADAN~NYA dan BER~JIWA DENGAN SE~JIWA~NYA?

    13)Kenapa ada istilah ANGGOTA BADAN tetapi tidak ada istilah ANGGOTA JIWA dan ANGGOTA DIRI?

    Beribu pertanyaan seperti diatas bisa anda munculkan kemudian anda renungkan. Saya jamin anda akan menjadi faham dan cerdas dengan sendirinya, apalagi jika anda hubungkan dengan kata yang lainnya seperti; SUKMA, RAGA, HATI, PERASAAN, dsb.

    Kembali kepada pemahaman Akhli Filsafat, Ahli Budaya, Akhli Spiritual, Akhli Agama, Para Ulama, Para Kyai dan masyarakat umum BAHWA DIRI ADALAH UNSUR DALAM DARI TUBUH MANUSIA.
    Mulculnya pemahaman para akhli seperti ini dapat saya maklumi karena mereka semua adalah kaum akademis yang menggunakan standar kebenaran akademis.

    Saya berani mengetasnamakan Sunda (Maaf Sunda yang saya maksudkan bukan etnis),
    bahwa pemikiran di atas adalah SALAH.

    Dalam Filsafat Sunda yang saya gali, saya temukan kesimpulan yang berbeda dengan pemahaman umum dalam dunia ilmu pengetahuan. Setelah saya konfirmasi dengan cara tenggelam dalam “ALAM DIRI”, menemukan kesimpulan
    BAHWA DIRI ADALAH UNSUR LUAR DARI TUBUH MANUSIA.

    Pendapat saya yang bertentangan 180 Derajat ini, tentu menjadi sebuah resiko yang sangat berat karena harus bertubrukan dengan Pendapat Para Akhli di tataran akademik.
    Saya katakan dengan sadar ‘Demi Alloh. Demi Alloh. Demi Alloh’ saya bersaksi
    bahwa diri adalah UNSUR LUAR dari tubuh manusia yang masuk menyeruak,
    kemudian bersemayam di alam bawah sadar.
    ‘DIRI ADALAH ENERGI GAIB YANG TIDAK BISA TERPISAHKAN DENGAN SANG MAHA TUNGGAL’. ‘DIRI MENYERUAK KE TIAP TUBUH MANUSIA UNTUK DIKENALI SIAPA DIA SEBENARNYA’. ‘KETAHUILAH JIKA DIRI TELAH DIKENALI MAKA DIRI ITU DISERAHTERIMAKAN KEPADA KITA DAN HILANGLAH APA YANG DINAMAKAN ALAM BAWAH SADAR PADA SETIAP DIRI MANUSIA’.

    Perbedaan pandangan antara saya dengan seluruh para akhli di permukaan Bumi tentu akan dipandang SANGAT EKSTRIM.
    Ini sangat beresiko, karena akan menghancurkan teori ilmu pengetahuan
    mengenai KEBERADAAN DIRI.

    Aneh sekali bahwa yang lebih memahami mengenai diri adalah Dazal, namun sengaja diselewengkan oleh Dazal agar manusia sesat, kemudian Dazal menebarkan kesesatan tersebut pada dunia pendidikan dan ilmu pengetahuan ‘DI UFUK BARAT’ maupun ‘DI UFUK TIMUR’.
    Sebenarnya sampai saat ini DAZAL SANGAT MEMAHAMI bahwa DIRI adalah unsur luar yang masuk menyeruak pada seluruh tubuh manusia.
    DIRI merupakan ENERGI KEMANUNGGALAN DARI TUHAN SANG MAHA TUNGGAL.
    Oleh karena pemahaman tersebut DAZAL MENJADI SANGAT MUDAH MENGAKSES ILMU PENGETAHUAN. Salah satu ilmu yang Dia pahami secara fasih adalah Sastra Jendra Hayu Ningrat Pangruwating Diyu (Sistem Asmaa Kulaha).
    Ilmu ini dibongkar dan dipraktekan hingga dia menjadi SAKTI.
    Dengan kesaktiannya itu Dia menjadi manusia “Abadi” dan mampu melakukan apapun yang dia kehendaki dari dulu hingga kini.
    Dia merancang tafsir-tafsir ilmu dan menyusupkannya pada dunia pendidikan agar manusia tersesat. Dia tidak menginginkan manusia mamahami rahasia ini.
    Dazal dengan sangat hebatnya menyusun berbagai cerita kebohongan yang disusupkan pada Dunia Ilmu Pengetahuan, bahwa cerita Dazal yang paling hebat; agar dapat bersembunyi dengan tenang yaitu MENGHEMBUSKAN ISU bahwa Dazal akan muncul di akhir jaman;
    PADAHAL DIA TELAH EKSIS MENCENGKRAM DAN MERUSAK MANUSIA
    BERATUS-RATUS TAHUN LAMANYA HINGGA KINI.

    Ketahuilah bahwa Dazal bukan akan datang tapi Dazal akan berakhir,
    karena manusia saat ini ke depan akan banyak yang memahami
    bahwa DIRI merupakan unsur luar dari tubuh manusia
    YANG DATANG MERUPAKAN SIBGHOTALLOH DARI TUHAN SANG MAHA TUNGGAL.
    Sang Maha Tunggal keberadaannya lebih dekat dari pada urat leher siapapun,
    karena Sang Maha Tunggal MELIPUT SELURUH JAGAT RAYA dan kita semua berada TENGGELAM “Berenang-renang” DALAM LIPUTANNYA.

    Inilah Filsafat Sunda yang sangat menakjubkan.
    (Maaf Sunda yang saya maksudkan bukan etnis)
    Perlu saya sampaikan agar kita memahami bahwa Sunda tidak bertubrukan dengan Islam,
    saya temukan beberapa Firman Allohurabbul’alamin dalam Al Qur’an yang bisa dijadikan pijakan untuk bertafakur, mudah-mudahan semua menjadi faham bahwa DIRI adalah “UNSUR KETUHANAN” yang masuk ke dalam tubuh manusia untuk dikenali dan diserah~terimakan
    dari Sang Maha Tunggal kepada menusia sebagai JATI DIRI, sbb:

    1)Bila hamba-hambaku bertanya tentang aku katakan aku lebih dekat (Al Baqarah 2:186)

    2)Lebih dekat aku daripada urat leher (Al Qaf 50:16)

    3)Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda kami disegenap penjuru dan pada
    nafasmu sendiri (Fushshilat 41:53)

    4)Dzat Allah meliputi segala sesuatu (Fushshilat 41:54)

    5)Dia (Allah) Bersamamu dimanapun kamu berada (Al Hadid 57:4)

    6)Kami telah mengutus seorang utusan dalam nafasmu (AT-TAUBAH 9:128)

    7)Di dalam nafasmu apakah engkau tidak memperhatikan (Adzdzaariyaat 51:21)

    8)Tuhan menempatkan DIRI antara manusia dengan qolbunya (Al Anfaal 8:24)

    9)Aku menciptakan manusia dengan cara yang sempurna (At Tin 95:4)

    Jawaban mengenai APA DIRI ITU. DARIMANA & MAU KEMANA (Sangkan Paraning Dumadi), akan saya jelaskan secara rinci dan tuntas pada sebuah buku YANG JIKA SANG EMPUNYA MENGIJINKAN akan saya luncurkan di akhir 2012”.

    Naskah ini dicuplik dari
    Editing Penulis.

    Judul Buku:
    SANG PEMBAHARU DUNIA DI ABAD 21
    Sub Judul:
    “SERIBU JABANGTUTUKA SUNDA”
    Serial:
    “Jabangtutuka 1 Mandalajati Niskala”

    Tebal Buku 200 Halaman,
    Jilid Lux, Harga Rp 30.000,-
    Mulai beredar di toko buku bulan Maret 2012

    Mudah-mudahan info ini bermanfaat.
    Kiriman dari: O~zero

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s